Profil PT Interbat
Didirikan pada tahun 1948 di Surabaya oleh Djoko Sukamto, PT Interbat adalah salah satu perusahaan farmasi di Indonesia dengan kantor pusat terletak di area Kecamatan Mampang Prapatan Kota Jakarta Selatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan lokasi pabrik produksi berada di Sidoarjo, Jawa Timur.
Berawal sebagai distributor tunggal untuk obat-obatan Eropa di Surabaya, Interbat akhirnya berkembang menjadi salah satu perusahaan manufaktur obat dalam berbagai bentuk sediaan seperti tablet, sirup, injeksi, salep, tetes telinga / mata, hingga suppositoria.
Saat ini, PT Interbat telah tumbuh menjadi salah satu dari lima produsen farmasi terbesar di Indonesia. Seluruh aktivitas produksinya berpusat di kompleks pabrik seluas dua hektare yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur.
Pada tahun 1971, ketika Kementerian Kesehatan Indonesia pertama kali menetapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practices (GMP), fasilitas Interbat langsung diakui telah memenuhi standar tersebut.
Hingga kini, perseroan telah mengantongi puluhan sertifikat CPOB demi memastikan keamanan, mutu, dan efikasi di setiap produknya.
PT Interbat fokus memproduksi dan mendistribusikan berbagai macam obat resep, obat bebas (OTC), dan suplemen kesehatan hingga lebih dari 250 jenis produk yang dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori dan fungsi di antaranya obat pereda nyeri (contoh: Dexketoprofen dan Etoricoxib), antibiotik dan antiemetik (contoh: Ondansetron).
Selain memproduksi obat secara mandiri sejak tahun 1959, Interbat tetap mempertahankan perannya sebagai distributor tunggal untuk berbagai perusahaan farmasi terkemuka asal Eropa (seperti Zambon, Crinos S.p.A, Gentili S.p.A, dan Cipan Pharmaceutical). Produk-produknya didistribusikan secara luas ke berbagai rumah sakit, klinik, dan apotek di seluruh wilayah Indonesia.
