Profil PT Tarunakusuma Purinusa
Profil Perusahaan / Lembaga - PT. Tarunakusuma Purinusa
Deskripsi Perusahaan / Kelembagaan:
Berdiri pada tahun 1993, PT Tarunakusuma Purinusa adalah perusahaan consumer goods yang berfokus pada produksi dan distribusi produk perawatan diri berbahan kapas dengan kantor pusat berlokasi di area Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Berawal dari industri rumahan pada 1986 yang didirikan oleh Heryanto Tanaka, perusahaan ini dikenal luas sebagai produsen merek Kapas Selection.
Ekspansi berbasis teknologi dilakukan oleh perusahaan ini pada tahun 2003 dengan membangun pabrik baru berskala besar di Bawen, Ungaran, Jawa Tengah. Pabrik ini dilengkapi mesin berteknologi canggih dari Jerman dan Prancis untuk mengembangkan lini kain non-woven.
Selain memasarkan produk dengan merek sendiri (Kapas Selection), PT Tarunakusuma Purinusa juga melayani pembuatan produk label pribadi (private label) melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan besar di Indonesia. Perusahaan ini telah mengekspor produknya ke berbagai negara di Asia Pasifik, Panama, dan Venezuela.
The company's journey began in 1986 as a home industry producing cotton beauty pads under the brand Cinderella.
In 1993, we established a new company named PT. Tarunakusuma Purinusa, with our core business focused on manufacturing and distributing modern beauty cotton products. Our production processes were supported by modern machinery and technology. The first product we launched under this new entity was a beauty cotton pad under the brand Selection.
In 2003, PT. Tarunakusuma Purinusa built a new factory located in Bawen, Ungaran, equipped with advanced German Technology. With this technology, we manufacture a wide range of products, including bleached cotton, cotton rolls, cotton slivers, facial cotton, cotton buds, and cotton balls. We also collaborate with several major companies in Indonesia through private label production.
Our products have been widely distributed throughout Indonesia and exported to various countries across Asia and the Middle East, including Saudi Arabia.
