Profil PT Hero Supermarket Tbk

Gambar PT Hero Supermarket Tbk

PT Hero Supermarket, Tbk. is one of the leading retail players in Indonesia, which have the affiliation in Asia Pacific including Hong Kong, Singapore, Malaysia, China & Taiwan! PT Hero Supermarket Tbk merupakan perusahaan pelopor ritel modern di Indonesia yang pertama kali didirikan oleh almarhum Muhammad Saleh Kurnia di Jl. Falatehan, Jakarta pada tahun 1971. Seiring berjalannya waktu, HERO Group tumbuh dan berkembang dalam membangun jaringan bisnisnya serta berinovasi dalam rangka memenuhi kebutuhan serta pola konsumsi masyarakat. Perseroan saat ini mengoperasikan tiga unit bisnis, yaitu Hero Supermarket, Guardian dan IKEA. Selain berfokus dalam pengembangan bentuk bisnis yang dijalankan, HERO Group juga mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam mengembangkan dan mengawasi jalannya usaha. Oleh sebab itu itu, pada tahun 1989 Perseroan melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “HERO”.

Perjalanan kesuksesan Hero tidak terlepas dari kehidupan "hero"-nya yang sangat inspiratif. Beliau ialah almarhum M.S. Kurnia, yang dilahirkan pada 1 Desember 1934 di Sukabumi, Jawa Barat. Beliau dibesarkan di masa yang sulit. Di Jakarta, Kurnia kecil tidak mempunyai waktu untuk menikmati masa kecilnya seperti orang lain, dan beliau harus membantu keluarganya keluar dari kesulitan.

Kurnia kecil tidak mau membuang-buang waktu. Setelah sekolah tanpa waktu untuk bermain dengan teman-temannya, Kurnia langsung bekerja untuk mengumpulkan uang dengan menjual makanan. Kegigihannya menghasilkan dukungan dari orang tuanya dan saudaranya. Sampai 1954, Kurnia dengan kakaknya laki-lakinya, Wu Guo Chang, mencoba untuk melakukan bisnis dengan serius. Bersama, mereka mendirikan CV (Commanditaire Vennootschap) perusahaan dengan nama CV. Hero.

Pada tahun 1959 Wu Guo Chang mengundurkan diri dari CV. Hero , namun  Kurnia tidak putus asa dan tetap optimis dengan prospek ritel bisnis Hero dalam makanan dan minuman impor. "Kunci dari kesuksesan adalah pertama, kita harus mengambil kesempatan pada waktu yang tepat walaupun kesempatan itu datang dari mana saja. Kedua, itu tergantung pada apakah anda mempunyai visi dan bisa bertumbuh di atas yang lain", kata Kurnia secara jelas tentang prinsipnya. Ini adalah bakat Kurnia. Dia bisa melihat sisi positif dari sebuah kesempatan yang tidak bisa dilihat oleh kebanyakan orang.

Tidak lama kemudian, tahun 70-an datang dan membawa harapan. Saat kondisi ekonomi membaik, Kurnia melihat kesempatan. "Lihatlah orang-orang asing itu, mereka pergi ke Singapura 3 atau 4 kali hanya untuk berbelanja makanan barat dan minuman. Ini adalah kesempatan, kita bisa mengimpor makanan dan minuman yang mereka butuhkan dan kita bisa menjualnya lagi di Jakarta" kata Kurnia dengan penuh semangat.

Dengan nasehat dari temannya yang berasal dari Kanada, Mr Charles Turton, Kurnia dan Nurhajati pergi ke Singapura untuk melakukan survey tentang supermarket. Satu per satu, mereka mengunjungi beberapa supermarket modern disana, dan mereka membuat persiapan dengan hati-hati. Kurnia lalu siap untuk membuka supermarket modern. Dia sangat percaya diri dan yakin dengan prospek bisnisnya. Untuk pertama kali pada 23 Agustus 1971, Hero Mini Supermarket dibuka. Supermarket ini berlokasi di Jl. Falatehan No. 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di tengah perumahan mewah, dengan total pegawai hanya 16 orang. Upacara pembukaannya sangat sederhana, hanya keluarga dekat yang diundang.

Di awal bisnis supermarketnya, Kurnia mengalami banyak kesulitan. Dia menyadari bahwa waktu kerjanya kurang menguntungkan. Ditambah kurangnya pengalaman, banyak makanan yang terbuang karena tidak terjual. Dia akhirnya berinovasi, memulainya dengan membangun gudang spesial untuk makanan segar untuk mengatur waktu kerja para pegawainya.

Pada tahun 70-an, kebanyakan supermarket tutup pada hari Minggu dan liburan. Kurnia melihat situasi ini sebagai kesempatan. Pada hari-hari tersebut, dia membuka Hero dan mendapat respons yang besar dari pelanggannya. Melihat kesuksesan Hero, toko lainnya dan supermarket lalu mengikuti strateginya. Ini membuat Hero sebagai pelopor dalam mempunyai jam belanja alternatif di Indonesia! Pasang dan surut, untung dan rugi, surplus dan minus, Kurnia harus melewati ini semua dalam menjalani ritel bisnisnya. Bersama dengan Nurhajati, dia melakukan apa pun untuk mencapai kesuksesan untuk Hero. Karena Kurnia, "Semua harus ada percobaan pertama. Tanpa itu, akan sangat sulit untuk mengetahui apakah ini akan bekerja atau tidak." Dan itu tidak mengambil waktu yang lama untuk prinsipnya untuk dibuktikan.

Kesuksesan Hero Faletehan menciptakan kesempatan yang lebih banyak untuk Kurnia dan membuatnya lebih mudah untuk mencapai target yang dia inginkan. Kesuksesan Hero pertama dikarenakan waktu yang tepat, ekonomi yang kondusif, dan juga dukungan dari partner perusahaan.

Lebih dari itu, Hero bertahan dan melanjutkan berkembang dengan hampir tidak ada pesaing! Kebanyakan, hanya ada para pengikut. Selama Hero berkembang, supermarket lainnya muncul dan mengikuti gaya Hero.

Tidak mengejutkan, Hero Supermarket berkembang seperti bambu di musim semi. Hero berkembang menjadi perusahaan ritel yang dihormati di Indonesia. Satu per satu, Hero Supermarket dibuka di tahun 70-an. "Membuka satu Supermarket setiap tahun", kata Kurnia saat dia mengatur target penjualan. Sampai 1980, pernyataan Kurnia dibuktikan dengan terbentuknya 9 cabang Hero Supermarket di Jakarta. Ini adalah pencapaian yang luar biasa pada saat itu!

Lokasi: Graha HERO, CBD Bintaro Jaya Sektor 7 Blok B7/A7 Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan 15224 - Indonesia
Peta:

Lowongan Kerja dari PT Hero Supermarket Tbk