Profil PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Berdiri pada tanggal 6 Juli 1965, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom Group) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi, komunikasi (TIK), dan jaringan telekomunikasi dengan kantor pusat berlokasi di area Kecamatan Mampang Prapatan Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta.
Sejarah Telkom bermula dari pemisahan industri pos dan telekomunikasi pada tahun 1965. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 1965 untuk memecah Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) menjadi dua perusahaan negara yang terpisah. PN Pos dan Giro, berfokus penuh pada pelayanan pos, surat menyurat, dan jasa keuangan dan PN Telekomunikasi menjadi cikal bakal langsung dari Telkom Indonesia saat ini dan fokus pada pengelolaan portfolio bisnis telekomunikasi.
Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi berganti nama menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi domestik dan internasional.
Di tahun 1991, status perusahaan berubah menjadi perseroan terbatas, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) melalui PP No. 25 Tahun 1991.
Pada tahun 1995, Telkom resmi menjadi perusahaan publik setelah melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange. Pada tahun yang sama, anak usahanya, Telkomsel, resmi didirikan untuk merambah jaringan seluler.
Kini Telkom bertransformasi penuh menjadi digital telecommunication company yang menguasai mayoritas pasar infrastruktur digital, broadband, dan layanan seluler di Indonesia melalui layanan telekomunikasi digital, konektivitas internet (seperti IndiHome), pusat data (data center), komputasi awan (cloud computing), dan layanan teknologi informasi terintegrasi.
Transformasi dan Aksi Korporasi Terbaru (2025–2026)
- Rencana Buyback Saham (Juni 2026): Telkom mengalokasikan dana maksimal Rp4 triliun dari kas internal untuk melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham di Bursa Efek Indonesia guna menjaga fundamental dan keyakinan investor
- Penyederhanaan Struktur (Streamlining): Mengikuti arahan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara, Telkom sedang melakukan transformasi besar untuk memangkas jumlah anak usahanya dari semula 68 entitas menjadi target 18–22 entitas saja. Langkah ini ditujukan untuk memfokuskan bisnis pada sektor inti dan menghilangkan duplikasi operasional
