Profil Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Bandung / RSUD Welas Asih
Profil Perusahaan / Lembaga - Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Bandung / RSUD Welas Asih
Deskripsi Perusahaan / Kelembagaan
Pada tanggal 19 Juni 2025 Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat No: 445 Tahun 2025 Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Perubahan nama ini merupakan respons terhadap dinamika sosial, budaya, dan persepsi masyarakat terhadap layanan publik, khususnya dalam pelayanan kesehatan. RSUD sebagai institusi pelayanan harus terus beradaptasi dengan nilai-nilai sosial yang hidup dalam masyarakat lokal, terutama dalam era transformasi layanan yang mengedepankan empati, keramahan, dan pendekatan humanis.
Masyarakat Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai “silih asih, silih asah, dan silih asuh.” Oleh karena itu, penggantian nama menjadi RSUD Welas Asih mengandung makna kedekatan sosial antara rumah sakit dengan masyarakat, menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan daerah, serta memperkuat hubungan emosional antara pemberi dan penerima layanan untuk menciptakan kesan yang lebih ramah, peduli, dan mengayomi dalam pelayanan kesehatan. Penggantian nama menjadi RSUD Welas asih diharapkan dapat meningkatkan keterikatan sosial dan penerimaan masyarakat dari beragam latar belakang.
SEJARAH
Awal Pendirian
Maka pada tanggal 15 Januari 1993 dengan akta notaris Tien Norman Lubis, SH Nomor : 48 didirikanlah Yayasan Al Ihsan oleh enam orang tokoh Jawa Barat yang mewakili unsur – unsur umat islam, ulama dan pemerintah terdiri dari :
- Drs. H. M. Ukman Sutaryan
- H.M.A. Sampoerna
- H. Agus Muhyidin
- K.H. R. Totoh Abdul Fatal
- Drs. K.H. Ahmad Syahid
- Drs. H.M. Soleh, MM.
Salah satu amal usaha Yayasan Al Ihsan adalah Rumah Sakit Islam Al Ihsan. Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam Al Ihsan dilakukan pada tanggal 11 Maret 1993 M bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1414 H, momen ini bertepatan pula dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini dihadiri oleh Tokoh – Tokoh Masyarakat, Pejabat Provinsi, Kabupaten, Bupati, Walikota, Ulama se-Jawa Barat dan Pimpinan Ormas – Ormas Islam. Operasional kegiatan pelayanan Rumah Sakit Islam Al Ihsan sendiri dimulai sejak tanggal 12 November 1995.
Perubahan Kepemilikan
Dalam perkembangannya, Rumah Sakit Islam Al Ihsan yang tadinya dikelola oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Al Ihsan dari tahun 1993 hingga tahun 2004, beralih kepemilikannya menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2004 hingga saat ini.
Perubahan Status
Pada tanggal 19 Nopember 2008 Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No: 23 Tahun 2008 Rumah Sakit Islam Al Ihsan berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 10 Juli 2009 RSUD Al Ihsan ditetapkan untuk Menerapkan PPK-BLUD melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat No. 900/Kep.921-Keu/2009. Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan merupakan unit sosioekonomi, yang menjalankan pengelolaanya berdasarkan fungsi sosial dan ekonomi. Artinya dalam menjalankan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan tetap menggunakan perhitungan ekonomi, dimana pekerjaan dilakukan secara profesional, efisien dan produktif tetapi tidak melupakan fungsi sosialnya bagi masyarakat. Pengelolaan menjadi lebih komplek, karena di satu sisi pihak manajemen dihadapkan pada situasi persaingan yang semakin ketat, sementara pada sisi yang lain Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan harus tetap menjalankan fungsi sosialnya.
Fungsi Sosial
Sebagai implementasi dalam menjalankan fungsi sosialnya, Rumah Sakit Islam Al Ihsan menyediakan fasilitas yang layak untuk melayani pasien yang kurang mampu, juga banyak melakukan aktifitas bakti sosial bagi masyarakat yang membutuhkan seperti khitanan masal, pengobatan gratis, bantuan penanggulangan bencana dll.
VISI
“Menjadi RSUD Terdepan dan Rujukan Utama di Jawa Barat serta Rumah Sakit Pendidikan Bertaraf Internasional”.
MISI
- Mewujudkan center of excellent (Pelayanan unggulan : jantung, trauma, degeneratif, perinatal, stroke, diabetic, infeksi, emergensi).
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang profesional.
- Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang berkualitas.
- Mengembangkan kemitraan dalam bidang Yankes,dan pengembangan SDM rumah sakit.
- Melaksanakan proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang menunjang pelayanan kesehatan prima.
- Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berbasis pada sistem informasi terpadu.
MOTO
IKHLAS : Melindungi dari segala hal yang diharamkan Allah SWT
I : Ilmiah yang dijiwai keimana dan ketaqwaan kepada Allah SWT dalam memberikan pelayanan kesehatan yang akan menghasilkan hidayah sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada Illahi.
K : Kualitas pelayanan yang kami berikan adalah terbaik untuk kesembuhan pasien.
H : Hemat dan efisien dalam memenuhi proses penyembuhan pasien dalam hal biaya dan tenaga.
L : Lancar dalam setiap pelayanan.
A : Asri dan Aman lingkungan tempat pasien dirawat sehingga pasien merasa nyaman.
S : Sabar, Santun, sopan serta senyum adalah sikap yang kami terapkan pada setiap pelayanan.
