Profil Taman Balekambang
Taman Balekambang adalah sebuah taman kota dan ruang terbuka hijau bersejarah seluas 9,8 hektare yang terletak di area Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah.
Taman ini dibangun pada 26 Oktober 1921 oleh Raja KGPAA Mangkunegara VII sebagai wujud kasih sayang kepada kedua putrinya, yaitu GRAy Partini Husein Djayadiningrat dan GRAy Partinah Sukanta. Awalnya taman ini merupakan area privat kerajaan, namun mulai dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 1944 oleh Mangkunegara VIII.
Sebelumnya, kawasan wisata sejarah ini dikelola secara konvensional sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Wisata di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta. Namun, setelah selesainya proyek revitalisasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR, Pemkot Solo resmi mengubah skema pengelolaannya menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) demi mewujudkan fleksibilitas dan kemandirian finansial dalam pengelolaan aset.
Setelah melalui proses revitalisasi besar-besaran, wajah baru Taman Balekambang kini tampil lebih modern namun tetap mempertahankan kearifan lokal Jawa. Taman ini beroperasi setiap hari dari pagi hingga sore hari dengan tarif tiket masuk yang sangat terjangkau.
Pembagian Area Utama
Secara historis, Taman Balekambang Solo terbagi menjadi dua area utama yang dinamai sesuai nama kedua putri raja:
- Partini Tuin (Taman Air Partini): Berupa kolam air atau danau buatan besar yang berfungsi sebagai penampungan air kota. Area ini dilengkapi dengan wahana perahu bagi pengunjung
- Partinah Bosch (Hutan Partinah): Berupa hutan kota yang ditanami berbagai koleksi tanaman dan pepohonan langka. Area ini berfungsi sebagai paru-paru kota yang sejuk
Revitalisasi Modern
Beberapa fasilitas barunya meliputi:
- Skywalk (jalur pedestrian melayang) untuk menikmati pemandangan dari ketinggian
- Amfiteater megah dan gedung pertunjukan seni untuk pementasan budaya seperti Ketoprak Tobong
- Air mancur menari (dancing fountain) di area kolam
