Profil Yayasan Kanisius
Profil Perusahaan / Lembaga - Yayasan Kanisius
Deskripsi Perusahaan / Kelembagaan
Yayasan Katolik dibawah Keuskupan Agung Semarang yang bergerak di bidang pendidikan! Yayasan Kanisius berdiri sejak tahun 1918, dengan kantor pusat berkedudukan di kota Semarang dimana bagian dari seluruh kompleks Susteran Fransis-kanes dijadikan kantor Yayasan Kanisius Pusat. Langgam arsitektur bangunan tersebut terpengaruh Neo-Renaissance, berakar pada arsitektur Belanda abad ke-17: beratap dengan kemiringan tajam, berdinding bata merah, namun dengan penyederhanaan ornamen.
Yayasan Kanisius adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan sekolah-sekolah mulai dari KB sampai tingkat SMA/SMK. Sekolah-sekolah Kanisius tersebar di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Kebanyakan berada di daerah pedesaan. Beberapa yang berada di kota bisa ditemukan di kampung-kampung, tempat pemukiman rakyat biasa.
Yayasan Kanisius merupakan lembaga pendidikan tertua di Jawa. Didirikan di Muntilan pada tahun 1918 sebagai “Canisius Vereniging”, yang berarti Perkumpulan Kanisius. Selanjutnya, pada tahun 1927 karena alasan-alasan praktis statusnya diubah menjadi “Canisius Stichting”, yang berarti Yayasan Kanisius. Didirikan oleh Fransiskus van Lith,SJ pada tahun (1918). Pada saat itu Yayasan Kanisius masih menjadi milik Vikariat Apostolik Batavia. Sejak didirikannya, Yayasan ini dipercayakan kepada Serikat Yesus. Baru pada tahun 1940 Yayasan Kanisius diserahkan kepada Vikariat Apostolik Semarang. Ketika itu Vikariat Apostolik Semarang baru saja dibentuk dan Mgr. Albertus Soegijapranata SJ menjabat sebagai vikaris apostoliknya. Seirama dengan perkembangan Yayasan Kanisius berkembang pula gereja ke pelosok-pelosok wilayah Keuskupan Agung Semarang.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan mendirikan sekolah-sekolah Katolik adalah: “Menabur Sabda Kristus di tengah masyarakat Jawa melalui guru-guru yang dididik sendiri, dan memberi kesempatan belajar kepada anak-anak rakyat kecil di desa dan di kota, yang tidak mendapat kesempatan belajar.”
Untuk mewujudkan kedua tujuan itu pada tanggal 31 Agustus 1918 di Muntilan didirikan “Canisius Vereniging” atau Perkumpulan Kanisius. Rama J.H.J.L. Hoeberechts SJ menjadi ketua dan Rama F. van Lith sebagai sekretarisnya. Rama Hoeberechts pada saat itu menjabat Superior Missionis Serikat Yesus (dari Mei 1918 – Juni 1927).
Pengesahan pemerintah diperoleh dengan keputusan gubernur Jenderal Hindia Belanda di Cipanas pada tanggal 21 Oktober 1918 yang dicantumkan dalam lembaran Negara 1918 no. 11, serta diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 3 Desember 1918 no. 97.
Sampai saat ini Yayasan Kanisius (Pendidikan) terdiri dari empat cabang. Kantor pusat sendiri berlokasi di Semarang. Keempat cabang tersebut adalah: Yayasan Kanisius Cabang Semarang, Cabang Magelang, Cabang Surakarta, dan Cabang Yogyakarta. Yayasan Kanisius memiliki 176 Sekolah mulau dari jenjang TK, SD, SMP sampai SMA / SMK.
VISI
Komunitas pendidikan yang transformatif dan menumbuhkan kemerdekaan berpikir demi terwujudnya sekolah yang unggul, peduli, dan melayani.
MISI
- Menyelenggarakan pendidikan yang unggul agar peserta didik berkembang menjadi pribadi yang Pancasilais, cerdas, dan berkarakter.
- Menyelenggarakan pendidikan yang mampu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, dan lingkungan.
- Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dalam kerjasama dengan mitra strategis.
- Menyelenggarakan pendidikan berbasis kemerdekaan belajar