Profil PT Merdeka Tsingshan Indonesia

Gambar PT Merdeka Tsingshan Indonesia

Profil Perusahaan / Lembaga - PT Merdeka Tsingshan Indonesia
Deskripsi Perusahaan / Kelembagaan:

Berdiri pada 18 Maret 2021, PT. Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) adalah perusahaan patungan antara PT Merdeka Battery Materials Tbk (anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk) yang mengelola 80% kepemilikan saham dan perusahaan asal Tiongkok, Tsingshan Group (Eternal Tsingshan) yang memegang 20% sisa saham.

PT. MTI mengoperasikan Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) di Kawasan Industri IMIP (Morowali, Sulawesi Tengah), yang berfokus pada pengolahan bijih sisa tambang menjadi berbagai produk bernilai tambah untuk industri baterai EV.

Proyek AIM dirancang untuk memproses bijih pirit serta sisa pakai dari Tambang Tembaga Wetar. Fasilitas ini mengolah bijih tersebut menjadi berbagai produk turunan antara lain Asam sulfat & Uap jenuh (digunakan untuk pabrik High-Pressure Acid Leach / HPAL), Pelet bijih besi, Spons tembaga, Hidroksida timbal-seng dan Emas dore & perak.

PT. MTI memfasilitasi rantai pasokan ramah lingkungan dengan menggunakan kembali sisa hasil tambang. Asam dan uap yang dihasilkan dari pengolahan tersebut disalurkan untuk mendukung proyek hilirisasi yang melayani pemain baterai kendaraan listrik (EV) di kawasan industri.

PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) is a subsidiary of PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG) which originated from a joint venture agreement between PT Merdeka Copper Gold Tbk and Eternal Tsingshan Group Limited for the Acid, Iron, Metal (AIM) Project, located at PT Indonesia Morowali Industrial Park in Morowali Regency.

Currently, MTI is in the construction phase which will build 4 factories and an employee camp area with a capacity of 2,000 people. With an estimated capital expenditure of US$387 million including contingencies, the AIM Project will generate attractive economic value, with a Net Present Value (NPV) of US$513 million at an 8% discount rate and an Internal Rate of Return (IRR) of 29.5%, an increase in NPV from the initial economics of the AIM project.

Significant acid demand growth is expected due to the addition of an HPAL plant, planned to be built in Indonesia. The AIM project started with earthworks in Q2 2021 and is now targeted to produce the first acid by the end of Q1 2023.

Lokasi: Kolono 82C4+V6J Bahodopi, Kolono, Kec. Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah
Peta: